Kamis, 10 Oktober 2013

Peran dan Tanggung Jawab Seorang Manajer


Manajer adalah pemimpin yang mamiliki team kerja atau anak buah untuk membantu mencapai sasaran kerja. Nah oleh karena itu para manajer harus berperan layaknya seorang profesional manajer agar selain sasaran kerjanya tercapai, juga akan mampu untuk meningkatkan produktifitas kerja teamnya.

Kita pasti sudah tahu pekerjaan manajer sangatlah berat, peranan manajer sangatlah berpengaruh pada kesuksesan perushaan juga organisasi. Bagaimana cara kepemimpinanya? bagaimana cara kerjanya? Serta tanggung jawab manajer itu sendiri yang sangatlah penting. Manajer haruslah sesuai dengan dengan kriteria perusahaan yang mereka jalani, jika tidak pasti akan berpengaruh sekali terhadap perusahaan yang ia pimpin tersebut.

Manajer juga harus mempunyai sikap yang profesional, seorang manajer harus bisa menyikapi bagaimana pekerjaannya, dia harus tau resiko-resiko apa jika ia tidak profesional. Seorang manajer juga harus memiliki sikap yang positif serta pengetahuan yang luas, karna pengetahuan yang luas sangat mambantu sekali dalam maningkatkan kemampuan seorang manajer dalam memimpin suatu perusahaan.

Sumber : http://xerofi.co.id/index.php/guest/guest_article_detail/29

Rabu, 09 Oktober 2013

Ayah Seorang Pemimpin


Dalam tulisan ini saya akan menceritaka sedikit kehidupan disekitar saya, dan juga menyangkut tentang ayah yang berjasa. Pemimpin menurut saya adalah orang yang bijaksana yang mampu memberikan hal baik kepada sesama, yang bisa mempengaruhi hal baik dan menjadi panutan. Bagi saya ayah itu adalah seorang pemimpin dia berhasil mendidik saya menjadi seperti sekarang ini. Dia berusaha dan berjuang keras mencari nafkah untuk keluarga, tapi tak sedikitpun ia mengeluh. Pemimpin seperti ayah patut saya banggakan karena dialah yang sangat berjasa bagi kami sekeluarga.

Saya beruntung dilahirkan dan dibesarkan dari keluarga yang menyayangi saya, saat ini saya bisa sekolah, kebutuhan hidup sehari-hari terpenuhi itu semua dari keringat ayah selama ia bekerja. Saat ayah pulang tak tampak raut wajah yang letih, muram, kusut apalagi untuk mengeluh, tertampak di wajahnya adalah senyum bahagia ketika melihat anak-anaknya sudah pulang beraktivitas seharian. Setiap ayah pulang pasti selalu bertanya “gendo sudah pulang apa belom?” saya selalu mendengar kata-kata itu dari ayah. Beruntungnya saya memiliki seorang ayah seperti dia.

Ayah juga mengajari saya bagaimana hidup yang sederhana, satu kalimat yang pernah ayah lontarkan kepada saya, “hidup itu tak selamanya di atas roda pasti berputar kita manusia hanya bisa berusaha dan berdoa” ayah mungkin tahu saya adalah orang yang tidak bisa mengatur uang dengan baik, dari hal itu saya belajar untuk menghargai sedikit pengorbana ayah dan tidak boros lagi. Banyak nasihat-nasihat yang ia lontarkan setiap harinya. Karena itu ayah adalah pemimpin yang baik dan paling baik untuk keluarga.

Selasa, 08 Oktober 2013

Tugas Pertemuan 1


1. Apa itu manajemen?
Bila dilihat dari literatur-literatur yang ada, pengertian manajemen dapat diloihat dari tiga pengertian:
1. manajemen sebagai suatu proses.
2. manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia.
3. manajemen sebagai ilmu (science) dan sebagai seni (art).

Manajemen sebagai suatu proses, melihat bagaimana cara orang untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Pengertian manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat dari pengertian menurut: 

1. Encylopedia of The Social Science, yaitu suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu  dilaksanakan dan diawasi.
2. Haiman, manajemen yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan.
3. Georgy R. Terry, yaitu cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain.

Manajemen suatu kolektivitas yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang-orang inilah yang disebut dengan manajemen, sedang orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya aktivitas manajemen disebut manajer.

Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni, melihat bagaimana aktivitas manajemen dihubungkan dengan prinsip-prinsip dari manajemen. Pengertian manajemen sebagai suatu ilmu dan seni dari:

1. Chaster I Bernard dalam bukunya yang berjudul The function of the Executive, bahwa manajemen yaitu seni dan ilmu, juga Henry Fayol, Alfin Brown Harold, koontz Cyril O’donnel dan George R Terry.

2. Marry Parker Follett menyatakan bahwa manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.

Dari definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen yaitu koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Sumber : Mukhyi, Muhammad Abdul & Saputro, Imam Hadi, 1995. PENGANTAR MANAJEMEN UMUM (UNTUK STIE). Depok. Universitas Gunadarma.

Jenis-jenis manajemen
  1. Definisi manajemen keuangan adalah merencanakan, menganggarkan, mencari, menyimpan, memeriksa, mengelola dan mengendalikan dana yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok (perusahaan maupun organisasi).
  2. Definisi manajemen pemasaran adalah suatu proses yang berjalan dengan tujuan agar menetapkan suatu harga serta promosi, menyalurkan gagasan dan sebagainya agar dapat mempertahankan "kehidupan" suatu perusahaan maupun untuk mengembangkan perusahaan tersebut sehingga pada akhirnya dapat mencapai keutungan yang maksimal dengan pengorbanan seminimal mungkin.
  3. Definisi manajemen resiko adalah suatu pendekatan metodologi yang terstruktur dengan maksud agar dapat mengelola kemungkinan - kemungkinan buruk yang dapat terjadi (ancaman).
  4. Definisi manajemen pendidikan adalah sumber - sumber pendidikan dibuat lebih terpadu/terpusat agar tujuan pendidikan tercapai secara efektif maupun efisien.
  5. Definisi manajemen strategi adalah suatu proses yang dilakukan guna mengidentifikasi (menganalisis) "apa" dan "bagaimana" hasil yang ingin di capai tersebut.
  6. Definisi manajemen sumber daya manusia (SDM) adalah merupakan cara untuk mengatur suatu hubungan maupun peran para tenaga kerja (SDM) yang dipunyai oleh suatu 1 orang/kelompok agar dapat dipekerjakan secara maksimal tetapi tetap menonjolkan keefektifan serta efisien, agar dapat mencapai tujuan.
  7. Definisi manajemen informatika adalah memanfaatkan sumber daya (dalam hal ini, segala yang berhubungan dengan informatika) agar kelak dapat tercapai tujuan yang ditetapkan.
  8. Definisi manajemen produksi adalah aktivitas mengatur, mengkoordinasi, serta mengawasi bagaimana sumber daya (manusia, alat, dana, bahan) digunakan secara efektif dan efisien agar dapat menciptakan suatu barang/jasa yang memiliki nilai kegunaan yang tinggi.
  9. Definisi manajemen konflikadalahbagaimanamengatur,mengkoordinir/mengarahkan suatu konflik yang sulit untuk diakhiri hingga akhirnya dapat mengakhiri konflik tersebut. Biasanya yang melakukan manajemen konflik ini adalah para pelaku konflik maupun perantara (pihak ketiga/penengah) dari konflik tersebut.
  10. Definisi manajemen proyek adalah suatu proses kegaiatan manajemen dalam suatu proyek.
Itulah beberapa hal yang perlu diketahui mengenai manajemen serta jenis manajemen (manajemen keuangan, manajemen pemasaran, manajemen resiko, manajemen pendidikan, manajemen strategi, manajemen sumber daya manusia, manajemen informatika, manajemen produksi, manajemen konflik, manajemen proyek) yang perlu untuk diketahui dalam memahami definisi manajemen.

Apa itu kepemimpinan?
Menurut Stoner kepemimpinan adalah sebagai proses mengarahkan dan mempengaruhi kegiatan yang berhubungan dengan tugas. Ada tiga implikasi penting, Pertama, kepemimpinan melibatkan orang lain (bawahan atau pengikut), kualitas seorang pemimpin ditentukan oleh bawahan dalam menerima pengarahan dari pemimpin. Kedua, kepemimpinan merupakan pembagian kekuasaan yang tidak seimbang diantara para pemimpin dan anggota kelompok. Pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan beberapa dari kegiatan anggota kelompok dan sebaliknya bahwa anggota kelompok atau bawahan secara tidak langsung mengarahkan kegiatan pemimpin. Ketiga kepemimpinan disamping dapat mempengaruhi bawahan juga mempunyai poengaruh. Dengan kata lain seorang pemimpin tidak dapat mengatakan kepada bawahan apa yang harus dikerjakan tapi juga mempengaruhi bagaimana bawahan melaksanakan perintah pemimpin.

Sumber : Mukhyi, Muhammad Abdul & Saputro, Imam Hadi, 1995. PENGANTAR MANAJEMEN UMUM (UNTUK STIE). Depok. Universitas Gunadarma.

2. Penetapan perencanaan manajemen.

Apa itu perencanaan?
Perencanaan diperlukan dan terjadi dalam berbagai bentuk organisasi, sebab perencanaan ini merupakan proses dasar manajemen di dalam mengambil suatu keputusan dan tindakan. Perencanaan diperlukan dalam setiap jenis kegiatan baik itu kegiatan organisasi, perusahaan maupun kegiatan di masyarakat, dan perencanaan ada dalam setiap fungsi-fungsi manajemen, karena fungsi-fungsi tersebut hanya dapat melaksanakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dalam perencanaan. pada dasarnaya yang dimaksud dengan perencanaan yaitu memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan apa (what), siapa (who), kapan (when), dimana (where), mengapa (why) dan bagaimana (how). Jadi perencanaan yaitu fungsi manajer yang berhubungan dengan pemilihan dari sekumpulan kegiatan-kegiatan dan pemutusan tujuan-tujuan kebijaksanaan-kebijaksanaan serta program-program yang dilakukan.

Sumber : Mukhyi, Muhammad Abdul & Saputro, Imam Hadi, 1995. PENGANTAR MANAJEMEN UMUM (UNTUK STIE). Depok. Universitas Gunadarma.

Manfaat perencanaan
1. Standar pelaksanaan dan pengawasan.

2. Pemilihan berbagai alternative terbaik.

3. Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan.

4. Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi.

5. Membantu manajer menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.

6. Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait, dan,

7. Alat meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti.

Jenis perencanaan dalam organisasi

1.   Misi atau Maksud (Mission atau Purpose)
menggambarkan peranan atau maksud keberadaan suatu organisasi pada masyarakat tertentu.

2.     Tujuan
merupakan titik akhir dimana aktivitas organisasi diarahkan. Strategi merupakan rencana umum/pokok untuk mencapai tujuan organisasi.

3.     Kebijakan
merupakan pernyataan atau pemahaman umum yang membantu mengarahkan pengambilan keputusan (khususnya cara berpikirnya).

4.     Prosedur
merupakan serangkaian aktivitas atau tindakan, yang lebih mengarahkan tindakan (bukan cara berpikir).

5.     Aturan
merupakan rencana yang dipilih dari beberapa alternatif, untuk dilakukan atau tidak dilakukan.

6.     Program
merupakan jaringan kompleks yang terdiri dari tujuan, kebijakan, prosedur, aturan, penugasan, langkah yang harus dilakukan, alokasi sumber daya, dan elemen lainnya, berdasarkan alternatif tindakan yang dipilih.

7.     Anggaran
merupakan rencana yang dinyatakan dalam angka.

Sumber : http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=56401

nama : chairani meiza
npm :11511601
kelas 3PA02
mata kuliah : psikologi manajemen
 

Jumat, 28 Juni 2013

RANGKUMAN


Kesehatan Mental
Sehat itu berarti suatu kondisi dimana seluruh bagian dari manusia bekerja sama dengan baik sehingga individu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya
Periode Pra-Ilmiah
Sejak zaman dulu sikap terhadap ganggiuan kepribadian atau mental telah muncul dalam konsep primitif animisme, ada kepercayaan bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa. Perubahan sikap terhadap tradisi animisme terjadi pada zaman Hipocrates (460-467). Dia dan pengikutnya mengembangkan pandangan revolusioner dalam pengobatan, yaitu dengan menggunakan pendekatan naturalisme, suatu aliran yang berpendapat bahwa gangguan mental atau fisik itu merupakan akibat dari alam.

Dalam pendekatan selanjutnya, pendekatan naturalistik ini tidak dipergunakan lagi di kalangan orang-orang Kristen. Seorang dokter Perancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat politik dan sosial untuk memecahkan problem penyakit mental. Dia telah terpilih menjadi kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris. Di rumah sakit ini, para pasiennya (yang maniac) dirantai, diikat ditembok dan di tempat tidur. Para pasien yang telah dirantai selama 20 tahun atau lebih, dan mereka dipandang sangat berbahaya dibawa jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Akhirnya, diantara mereka banyak yang berhasil, mereka tidak menunjukkan lagi kecendrungan untuk melukai atau merusak dirinya sendiri.

2.         Era Ilmiah
Perubahan yang sangat berarti dalam sikap dan era pengobatan gangguan mental, yaitu dari animisme (irrasional) dan tradisional ke sikap dan cara yang rasional (ilmiah), terjadi pada saat berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika Serikat, yaitu pada tahun 1783.

Perkembangan psikologi abnormal dan psikiatri ini memberikan pengaruh kepada lahirnyamental hygiene yang berkembang menjadi suatu body of knowledge berikut gerakan-gerakan yang teorganisir. Perkembangan kesehatan mental dipengaruhi oleh gagasan, pemikiran dan ispirasi para ahli, dalam hal ini terutama dari dua tokoh perintis, yaitu Dorothea Lynde dan Clifford Whittingham Beers.kedua orang ini banyak mendedikasikan hidupnya dalam bidang pencegahan dan gangguan mental dan pertolongan bagi orang-orang miskin dan lemah.

Beers meyakini bahwa penyakit atau gangguan mental dapat dicegah atau desembuhkan. Selanjutnya dia merancang suatu program yang bersifat nasional tujuan (Langgulung, 1986: 23):
1.      Mereformasi program perawatan dan pengobatan terhadap orang-orang pengidap penyakit jiwa.
2.      Melakukan penyebaran informasi kepada masyarakat agar mereka memiliki pemahaman dan sikap yang positif terhadap para pasien yang mengidap gangguan atau penyakit jiwa.
3.      Mendorong dilakukannya berbagai penelitian tentang kasus-kasus dan pengobatan gangguan mental.
4.      Mengembangkan praktik-praktik untuk mencegah gangguan mental.
Program Beers ini ternyata mendapat respon positif dari kalangan masyarakat, terutama kalangan para ahli, seperti William James dan seorang psikiatris ternama, yaitu Adolf Mayer. Begitu tertariknya terhadap gagasan Beers, Adolf Mayer. menyarankan untuk menamai gerakan itu dengan nama “Mental Hygiene”. Dengan demikian yang mempopulerkan istilah “Mental Hygiene” adalah Mayer.
Secara hukum gerakan kesehatan mental ini mendapatkan pengukuhannya pada tanggal 3 Juli 1946. Pada tahun 1950 organisasi kesehatan mental terus bertambah, yaitu dengan berdirinya National Association for Mental Health yang bekerja sama dengan tiga organisasi swadaya masyarakat lainnya yaitu, National Committee for Mental Hygiene, National Mental Health Foundation, dan Psychiatric Foundation. Gerakan kesehatan mental ini terus berkembang, sehingga pada tahun 1975 di Amerika Serikat terdapat lebih dari seribu tempat perkumpulan kesehatan mental.
Sumber : Rochman, Khalil. 2010. Kesehatan Mental. Purwokerto: FAJAR MEDIA FRESS

Pendekatan Kesehatan Mental
Menurut Saparinah Sadli, mengemukakan tiga orientasi dalam kesehatan jiwa, yaitu :
1.      Orientasi Klasik
Seseorang dianggap sehat bila dia tidak mempunyai kelakuan tertentu, seperti ketegangan, rasa lelah, cemas, rendah diri atau perasaan tak berguna, yang semuanya menimbulkan perasaan “sakit” atau rasa “tak sehat” serta mengganggu efisiensi kegiatan sehari-hari. Aktivitas klasik ini banyak dianut di lingkungan kedokteran.
2.      Orientasi Penyesuain Diri
Orientasi penyesuian diri orang dianggap sehat secara psikologis bila mampu mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan orang-orang lain serta lingkungan sekitarnya.
3.      Orientasi Pengembangan Potensi
Seseorang dikatakan mencapai tarap kesehatan jiwa, bila ia mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju kedewasaan, ia bisa dihargai oleh orang lain dan dirinya sendiri.

Kepribadian sehat terbagi dari 3 aliran psikologi yaitu :
    Aliran Psikoanalisa
Aliran ini diprakarsai oleh Sigmund Freud. Dalam aliran ini menyatakan bahwa kebanyakan dari apa yang manusia lakukan dan pikirkan adalah hasil dari keinginan dan dorongan yang mencari permunculan dalam dalam perilaku dan pikiran. Aliran Psikoanalisa berdasarkan pada pikiran sebagai subjek psikologi.Aliran psikoanalisa melihat manusia dari sisi negatif, alam bawah sadar (id, ego, super ego), mimpi dan masa lalu. Aliran ini mengabaikan Potensi yang dimiliki oleh manusia. Pandangan kaum psikoanalisa, hanya memberi kepada kita sisi yang sakit atau kurang, ‘sisi yang pincang’ dari kodrat manusia, karna hanya berpusat pada tingkah laku yang neuritis dan psikotis. Sigmund freud dan orang-orang yang mengikuti ajarannya mempelajari kepribadian yang terganggu secara emosional, bukan kebribadian yang sehat; atau kebribadian yang paling buruk dari kodrat manusia, bukan yang paling baik. Jadi, aliran ini memberi gambaran pesimis tentang kodrat manusia, dan manusia dianggap sebagai korban dari tekanan-tekanan  biologis dan konflik masa kanak-kanak.

   Aliran Behavioristik
Aliran ini diprakarsai oleh John B. Watson. Dalam teori ini menyatakan bahwa subjek psikologi dibatasi pada studi mengenai perilaku dan kegiatan – kegiatan manusia dan binatang yang dapat di observasi dan menolak bahwa pikiran sebagai subjek psikologi. Teori-teori behavioristik adalah proses belajar serta peranan lingkungan yang merupakan kondisi langsung belajar dalam menjelaskan perilaku. Semua bentuk tingkah laku manusia merupakan hasil belajar yang bersifat mekanistik lewat proses penguatan. Behavioristik  mengabaikan segala potensi yang berada didalam diri individu, Behavioristik berpendapat bahwa manusia berasal dari suatu sitem kompleks yang bertingkah laku menurut cara sesuai hukum yang ada.

     Aliran Humanistik
Aliran ini diprakarsai oleh Abraham Maslow, Rogers, dan Jung. Dalam aliran ini menyatakan bahwa ilmuwan perilaku harus belajar memehami manusia sebagai individu, tetapi tetap sebagai makhluk umum dan universal. Humanistik berdasarkan pada kemampuan yang terdapat dalam diri setiap individu. Aliran ini memandang optimistik terhadap kodrat manusia yang menganggap bahwa setiap manusia memiliki kemampuan untuk berbuat lebih baik dan berkembang melampaui kekuatan – kekuatan negatif yang potensial menghambat. Aliran Humanistik menganggap bahwa potensi dalam diri manusia merupakan sumber utama untuk mewujudkan diri menjadi lebih baik lagi, menurut aliran Humanistik mengatakan bahwa manusia berasal dari keinginannya untuk menjadi lebih baik melalui kemampuan/potensi yang dimilikinya.

Penyesuaian Diri dan Pertumbuhan Personal

Penyesuaian diri adalah konsep yang di deskripsikan sebagai adaptasi dan mempertahankan eksistensinya atau bisa survive dan memperoleh kesejahteraan jasmaniah dan rohaniah, serta dapatr mengadakan relasi yang memuaskan dengan tuntutan sosial. Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologin sebagai hasil proses pematangan fungsi–fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada waktu yang normal.

Teori Kepribadian Sehat

Ciri-ciri kepribadian yang matang menurut Allport yaitu :
1. Ekstensi sense of self
- Kemampuan berpartisipasi dan menikmati kegiatan dalam jangkauan yang luas.
- Kemampuan diri dan minat-minatnya dengan orang lain beserta minat mereka.
- Kemampuan merencanakan masa depan (harapan dan rencana)
2. Hubungan hangat/akrab dengan orang lain
Kapasitas intimacy (hubungan kasih dengan keluarga dan teman) dan compassion(pengungkapan hubungan yang penuh hormat dan menghargai dengan setiap orang)
3. Penerimaan diri
Kemampuan untuk mengatasi reaksi berlebih hal-hal yang menyinggung dorongan khusus (misal : mengolah dorongan seks) dan menghadapi rasa frustasi, kontrol diri, presan proporsional.
4. Pandangan-pandangan realistis, keahlian dan penugasan
Kemampuan memandang orang lain, objek, dan situasi. Kapasitas dan minat dalam penyelesaian masalah, memiliki keahlian dalam penyelesain tugas yang dipilih, mengatasi pelbagai persoalan tanpa panik, mengasihani diri, atau tingkah laku lain yang merusak.
5. Objektifikasi diri: insight dan humor
Kemampuan diri untuk objektif dan memahami tentang diri dan orang lain. Humor tidak sekedar menikmati dan tertawa tapi juga mampu menghubungkan secara positif pada saat yang sama pada keganjilan dan absurditas diri dan orang lain.
6. Filsafat Hidup
Ada latar belakang yang mendasari semua yang dikerjakannya yang memberikan tujuan dan arti. Contohnya lewat agama.
Untuk memahami orang dewasa kita membutuhkan gambaran tujuan dan aspirasinya. Tidak semua orang dewasa memiliki kedewasaan yang matang. Bisa saja seseorang melakukan sesuatu hal tanpa tahu apa yang ia lakukan.

Rogers menggambarkan 5 ciri kepribadian yang berfungsi sepenuhnya sebagai berikut :
·         Keterbukaan pada pengalaman : Individu yang menerima semua pengalaman dengan fleksibel sehingga selalu timbul persepsi baru selanjutnya ia akan mengalami banyak emosi (emosional) baik yang positif maupun negati
·         Kehidupan eksistensial : Kualitas dari kehidupan eksistensial dimana individu terbuka terhadap pengalamannya sehingga ia selalu menemukan sesuatu yang baru, dan selalu berubah serta cenderung menyesuaikan diri sebagai respons atas pengalaman selanjutnya.
·         Kepercayaan terhadap organisme orang sendiri: Pengalaman akan menjadi hidup ketika individu membuka diri terhadap pengalaman itu sendiri, dengan begitu ia akan bertingkah laku menurut apa yang dirasanya benar (timbul seketika dan intuitif) sehingga ia dapat mempertimbangkan setiap segi dari suatu situasi dengan sangat baik.
·         Perasaan Bebas: Individu yang sehat secara psikologis dapat membuat suatu pilihan tanpa adanya paksaan atau rintangan antara pikiran dan tindakan. Individu yang bebas memiliki suatu perasaan berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya sendiri, tidak pada peristiwa di masa lampau sehingga ia dapat melihat sangat banyak pilihan dalam kehidupannya dan merasa mampu melakukan apa saja yang memang ingin dilakukannya.
·         Kreativitas: Keterbukaan diri terhadap pengalaman dan kepercayaan kepada organisme mereka sendiri akan mendorong individu untuk memiliki kreativitas dengan ciri- ciri bertingkah laku spontan, tidak defensif, berubah, bertumbuh, dan berkembang sebagai respons atas stimulus-stimulus kehidupan yang bermacam- macam di sekitarnya

Maslow menggunakan piramida sebagai peraga untuk memvisualisasi gagasannya mengenai teori hirarki kebutuhan.Menurut Maslow, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar/fisiologis) sampai yang paling tinggi (aktualisasi diri). Adapun hirarki kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Kebutuhan Fisiologis
2. Kebutuhan Rasa Aman
3. Kebutuhan Dicintai dan Disayangi
4. Kebutuhan Harga Diri
5. Kebutuhan Aktualisasi Diri

kepribadian sehat menurut Eric from adalah penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat merupakan kompromi antara kebutuhan-kebutuahn batin dan tuntutan dari luar dan seseorang menerapkan kerakter sosial untuk memenuhi harapan masyarakat kepribadian sehat juga adanya keinginan untuk mencintai dan di cintai dalam bukunya Art Of Love erik Fromm mengutarakan :
Dalam Civilization and Its Discontents (1930), seperti dikutip oleh Eric Fromm dalam Masyarakat yang Sehat (Terjemahan Thomas Bambang Murtianto, 1995) ia menulis: “Manusia, setelah menemukan lewat pengalamannya bahwa cinta seksual (genital) memberinya kepuasan puncak, maka makna cinta seksual-genital menjadi prototipe bagi semua bentuk kebahagiaan manusia. Karenanya manusia terdorong mencari kebahagiaan yang ada kaitannya dengan hubungan seks, menempatkan erotisme genital sebagai titik pusat kehidupannya…. Dengan melakukan itu manusia menjadi sangat tergantung pada dunia luar, pada obyek cinta pilihannya, atau sungguh merasa kehilangan bila ditinggal mati atau ditinggal kabur.”
Ciri-ciri kepribadian yang sehat : Cinta yang produktif, pikiran yang produktif, kebahagiaan, dan suara hati.
Karena cinta yang produktif menyangkut empat sifat yang menantang perhatian, tanggung jawab, respek dan pengetahuan. Mencintai orang-orang lain berarti memperhatikan (dalam pengertian memelihara mereka), sungguh-sungguh memperhatikan kesejahteraan mereka, dan membantu pertumbuhan dan perkembangan mereka. Hal ini berarti memikul tanggung jawab untuk orang-orang lain, dalam pengertian mau mendengarkan kebutuhan-kebutuhan mereka juga orang-orang yang dicintai dipandang dengan respek dan menerima individualitas mereka, mereka dicintai menurut siapa dan apa adanya. Dan untuk menghormati mereka, kita harus memiliki pengetahuan penuh terhadap mereka, kita harus memahami mereka siapa dan apa secara objektif.
Stress
Sebelumnya Selye (1936 ) telah menggambarkan bahwa strees adalah suatu sindrom biologic atau badaniah.Didalam eksperimennya, seekor tikus percobaan mengalami kedinginan pembedahan atau kerusakan sum-sum tulang belakang, akan memperlihatkan suatu sindroma yang khas.Gejala-gejala itu tidak tergantung pada jenis zat atau ruda yang menimbulkan kerusakan,sindroma ini lebih merupan perwujudan suatu keadaan yang dinamakan stress denagn gejala-gejala sistembilogik mahluk hidup itu. Selye menekankan bahwa stress terutama mewujudkan diri sebagai suatu reaksi badaniah yan dapat diamati dan diukur.Stres merupakan suatu reaksi penyusuaian diri,suatu sindroma penyusuaian umum terhadap rangsangan yang berbeda-beda.
Efek fisiologis dari stres pada tubuh meliputi:
- Nyeri dada
- Insomnia atau tidur masalah
- Nyeri kepala Konstan
- Hipertensi
- Tukak

Coping Stress
Coping yaitu bagaimana seseorang berupaya mengatasi masalah atau menangani emosi yang umumnya negatif yang ditimbulkannya. Efek stres dapat bervariasi tergantung pada bagaimana individu menghadapi situasi tersebut.

Jenis-jenis koping menurut lazarus :
Tindakan langsung (direct Action): Koping jenis ini adalah setiap usaha tingkah laku yang dijalankan ole individu untuk mengatasi kesakitan atau luka, ancaman atau tantangan dengan cara mengubah hubungan hubunngan yang bermasalah dengan lingkungan. Individu menjalankan koping jenis direct action atau tindakan langsung bila dia melakukan perubahan posisi terhadap masalah yang dialami.

Penyesuaian Diri dan Pertumbuhan

Pengertian penyesuaian diri adalah proses yang diharapi oleh individu dalam mengenal lingkungan yang baru. penyesuaian diri adalah proses dinamik dalam interaksi individu dengan diri sendiri, orang lain dan lingkungan yang mencakup respon-respon mental dan perilaku untuk menghadapi kebutuhan-kebutuhan internal, ketegangan, frustasi, konflik dan mencapai keselarasan antara tuntutan dari dalam diri dengan tuntutan dari luar diri individu.

Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dariproses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal padaanak yang sehat pada waktu yang normal. Pertumbuhan dapat juga diartikansebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadaanjasmaniah) yang herediter dalam bentuk proses aktif secaraberkesinambungan. Jadi, pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatifyang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis.

Hubungan Interpersonal
Hubungan interpersonal adalah dimana ketika kita berkomunikasi, kita bukan sekedar menyampaikan isi pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan interpersonalnya. Jadi ketika kita berkomunikasi kita tidak hanya menentukan content melainkan juga menentukan relationship. Dari segi psikologi komunikasi, kita dapat menyatakan bahwa makin baik hubungan interpersonal, makin terbuka orang untuk mengungkapkan dirinya; makin cermat persepsinya tentang orang lain dan persepsi dirinya; sehingga makin efektif komunikasi yang berlangsung diantara komunikan.


SUMBER:
Sundari, Siti.(2005). Kesehatan Mental Dalam Kehidupan.Rineka Cipta :
                                                Jakarta
Schultz, D. (1991). Psikologi Pertumbuhan : Model-model Kepribadian Sehat. Alih bahasa : Yustinus. Yogya : Kanisius.
http://ordinarya.wordpress.com/