Kepribadian sehat terbagi dari 3 aliran psikologi
yaitu :
-
Aliran
Psikoanalisa
Aliran ini diprakarsai oleh Sigmund
Freud. Dalam aliran ini menyatakan bahwa kebanyakan dari apa yang manusia
lakukan dan pikirkan adalah hasil dari keinginan dan dorongan yang mencari
permunculan dalam dalam perilaku dan pikiran. Aliran Psikoanalisa berdasarkan
pada pikiran sebagai subjek psikologi.Aliran
psikoanalisa melihat manusia dari sisi negatif, alam bawah sadar (id, ego,
super ego), mimpi dan masa lalu. Aliran ini mengabaikan Potensi yang dimiliki
oleh manusia. Pandangan kaum psikoanalisa, hanya memberi kepada kita sisi yang
sakit atau kurang, ‘sisi yang pincang’ dari kodrat manusia, karna hanya
berpusat pada tingkah laku yang neuritis dan psikotis. Sigmund freud dan
orang-orang yang mengikuti ajarannya mempelajari kepribadian yang terganggu
secara emosional, bukan kebribadian yang sehat; atau kebribadian yang paling
buruk dari kodrat manusia, bukan yang paling baik. Jadi, aliran ini memberi
gambaran pesimis tentang kodrat manusia, dan manusia dianggap sebagai korban
dari tekanan-tekanan biologis dan konflik masa kanak-kanak.
-
Aliran
Behavioristik
Aliran ini diprakarsai oleh John B.
Watson. Dalam teori ini menyatakan bahwa subjek psikologi dibatasi pada studi
mengenai perilaku dan kegiatan – kegiatan manusia dan binatang yang dapat di
observasi dan menolak bahwa pikiran sebagai subjek psikologi. Teori-teori
behavioristik adalah proses belajar serta peranan lingkungan yang merupakan
kondisi langsung belajar dalam menjelaskan perilaku. Semua bentuk tingkah laku
manusia merupakan hasil belajar yang bersifat mekanistik lewat proses
penguatan. Behavioristik
mengabaikan segala potensi yang berada didalam diri
individu, Behavioristik berpendapat bahwa manusia berasal dari suatu sitem
kompleks yang bertingkah laku menurut cara sesuai hukum yang ada.
-
Aliran
Humanistik
Aliran ini diprakarsai oleh Abraham
Maslow, Rogers, dan Jung. Dalam aliran ini menyatakan bahwa ilmuwan perilaku
harus belajar memehami manusia sebagai individu, tetapi tetap sebagai makhluk
umum dan universal. Humanistik berdasarkan pada kemampuan yang terdapat dalam
diri setiap individu. Aliran ini memandang optimistik terhadap kodrat manusia
yang menganggap bahwa setiap manusia memiliki kemampuan untuk berbuat lebih
baik dan berkembang melampaui kekuatan – kekuatan negatif yang potensial
menghambat. Aliran Humanistik menganggap bahwa potensi dalam diri manusia
merupakan sumber utama untuk mewujudkan diri menjadi lebih baik lagi, menurut
aliran Humanistik mengatakan bahwa manusia berasal dari keinginannya untuk
menjadi lebih baik melalui kemampuan/potensi yang dimilikinya.
Sumber
:
Schultz, D. (1991). Psikologi
Pertumbuhan : Model-model Kepribadian Sehat. Alih bahasa : Yustinus. Yogya :
Kanisius.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar